Background

Dalam suatu mimpi kamu dihadapkan pada sebuah ruangan. Diruangan tersebut kalian akan melihat seorang Nenek tua yang terlihat sedang mencari sebuah barang dan mengobrak-abrik sebuah laci.

Selanjutnya, kamu pasti bertanya-tanya apa yang sedang nenek itu cari dan kamu akan bertannya sebuah pertannyaan yang sama, pertannyaan yang diajukan seperti ini "Permisi nenek, apa yang sedang nenek cari?", saat kamu mempertannyakan hal itu Nenek itu akan berbalik menghadap kearah kamu kemudian mengulurkan tangannya. Dia-pun bertanya kepada kamu "Saya sedang mencari jari kelingking saya yang hilang, apakah kamu bisa menolongku untuk mencari jari kelingkingku yang hilang di laci ini?

Setelah Nenek itu bertanya kamu jangan sedikit-pun merasa takut, Ikuti saja mimpi tersebut dan terima permintaannya untuk mencari kelingkingnya.

konon, bila kamu menolak ajakan itu kamu tidak akan pernah terbangun dari mimpi itu. Cari saja kelingking itu sampai ditemukan baru setelah itu mimpi itu akan berakhir. 

Mimpi ini pernah dialami oleh seorang anak di Jepang ia mengalami mati suri selama satu minggu, setelah bangun dari mimpinya ia menangis dan ia menceritakan kepada orangtuanya bahwa ia menemukan jari kelingkingnya, orangtuanya sangat bingung dan tidak mengerti apa yang diceritakan oleh anaknya saat itu, kasus lainya juga pernah dialami oleh seorang remaja di Jepang, bahwa ia menceritakan kepada Ayahnya tentang mimpi yang ia alami semalam, setelah keesokan harinya ia ditemukan tewas misterius ditempat tidurnya tanpa bukti penyebab kematianya. 

Berdoalah sebelum kalian tidur bisa saja kalian korban selanjutnya...
count(http://*ghost-story*.mywapblog.com/)


Bila anda berada disebuah jalan, saat itu anda meniup sebuah pluit. jangan kaget bila ada seorang prajurit yang datang menunggangi seekor kuda mngehampiri anda. Prajurit itu adalah seorang Belanda, tenang saja prajurit itu tidak akan membunuh anda dia datang untuk mengambil kepalanya yang tergeletak di jalan... 

Whoopers... bisa coba datang jika mau memastikan keberadaannya datang aja sekitar jam 11 malam di jalan Tongkeng (stadion Siliwangi) Bandung dan tiuplah peluit disana,, maka prajurit itu akan menghampirimu..


Hati-hati bila kamu melewati sebuah jalan di Kota Bandung (Indonesia), sebut saja Jl.Babakan Siliwangi. dijalan itu terdapat sebuah pohon yang terdapat banyak boneka tergantung diatasnya. Jangan sekali-kali kalian mengambil salah satu dari boneka tersebut apalagi membawanya pulang kerumah. Konon katanya, di jalan tersebut pernah ada anak kecil yang tertabrak di depan pohon itu hingga meninggal.

Menurut cerita dari mulut ke mulut warga sekitar, suatu malam terlihat sosok hantu pernah melayang-layang di tengah keramaian jalan. Hantu itu berbentuk boneka panda kecil. Boneka itu adalah milik gadis kecil bernama Uci usia 2 tahun yang meninggal akibat tabrak lari pada tahun 1981.

Cerita lain mengatakan arwah perempuan tersebut terlihat di pohon sekitar Jalan Siliwangi, bergelantungan sambil membawa bonekanya dan mukanya hancur. namun hati-hati kepada kalian yang membaca urban legend ini karena bisa saja salah satu boneka itu ada dirumah kalian.



         Sebuah rumah bekas tempat pembantaian, entah apa yang terjadi  disana ditemukan 4 orang tewas . bapak, ibu, dan 2 orang putrinya ini mustahil karena mereka memiliki 3 orang anak dimanakah 1 orang putra mereka yang berusia sekitar 5 tahun. 3 orang polisi menyelidiki  di TKP mencari keberadaan anak lelaki itu.
            Seorang mencari dilantai bawah, satu mencari dilantai atas dan satu lainnya mengambil foto di TKP. Seseorang dibawah menemukan sebuah buku gambar dia melihat ada gambar sebuah rumah yang terbakar namun  ada sesosok gambar anak kecil laki-laki terlihat dijendela loteng. Polisi itupun menghiraukan gambar tersebut. sesorang polisi yang mencari dilantai atas tidak menemukan apapun. Akhirnya merekapun kembali ke kantor polisi.

            Sesampainya dikantor mereka meliahat foto-foto  yang mereka ambil di TKP, dilihat foto satu demi satu tidak ada yang aneh samapi akhirnya merekapun  kaget karena disalah satu foto yang mereka ambil terlihat gambar rumah tersebut dan anehnya di loteng terlihat sosok anak kecil persis seperti yang ada di buku gambar yang salah seorang polisi temukan...,,



                Suatu hari tanggal 6 Juni 2006 disebuah jalan disebuah kota _____ sebut saja kota “W”  yang konon sering terjadi kecelakaan. Ada 3 orang pelajar yang berjalan ditempat tersebut, salahseorang dari mereka menoleh kearah belakang  karena mendengar suara benda yang terjatuh. Ternyata dia menemukan sebuah handphone , dia bertannya kepada kedua temannya “ini handphone siapa yang jatuh ?” dan kedua temannya tidak merasa memiliki handphone seperti itu, akhirnya handphone itu dibawa pulang oleh pelajar itu.

                sesampainya dirumah salah satu dari mereka terdengar ada suara ringtone, ternyata bunyi itu datang dari handphone yang ditemukan tadi. Tidak ada yang mau mengangkat sampai ada salah satu dari mereka yang mengangkatnya. Terdengar suara seseorang wanita “tolong kembalikan handphoneku aku tunggu dijalan Rose 6 no.6 blok 06D namaku Katerina”. Akhirnya ketiga orang itupun pergi kealamat itu. Mereka sangat bingung karena mereka sulit menemukan alamat yang wanita itu sebutkan sampai akhirnya mereka menemukan alamat tersebut. Merekapun kaget  karena alamat itu adalah kompleks pemakan, dan akhirnya mereka menemukan sebuah nisan yang bertuliskan.....


R.I.P 
KATERINA JANSON  
06 Juni 1996



Tomino

Tomino dari neraka, 
sang kakak memuntahkan darah, sang adik meludahkan api, 
Tomino yang lucu meludahkan sebuah permata yang berharga.

Tomino meninggal sendirian dan dia jatuh ke dalam neraka, 
neraka yang gelap, dan tanpa iringan bunga. 
Apakah kakak tertua dari Tomino terkena sebuah hukum cambuk? 
jumlah bekas memar berwarna merah adalah buktinya, 
mencambuk, memukul dan berdebar-debar ketakutan.

Jalan menuju neraka yang kekal hanya ada satu cara, 
yaitu syarat untuk membimbing ke dalam kegelapan di neraka, 
dari domba yang berwarna emas, dari seekor burung bulbul, 
berapa banyak benda yang tersisa di dalam tas kulit, 
siapkan untuk perjalanan yang tak berujung ke dalam neraka.

Musim semi datang dan saatnya kita pergi ke hutan dan ke lembah-lembah, 
salah satu dari lembah yang gelap itu ternyata sebuah neraka, 
di dalam kandang seekor burung bulbul, di dalam gerobak domba, di dalam air mata Tomino, 
sebuah tangisan, seekor burung bulbul, untuk sebuah hutan, sebuah hujan, 
dan cintamu untuk adikmu.

Gema lolongan tangisan dari neraka, dan bunga darah berwarna merah telah mekar,
 melalui tujuh gunung dan lembah-lembah di neraka, 
Tomino memulai perjalanan dengan sendirian, 
untuk menyambut kamu di dalam neraka, sebuah duri yang berkilauan dari gunung jarum, 
tusukan tongkat ke dalam daging segar sebagai tanda untuk Tomino yang lucu.



(sungguh puisi yang aneh dan susah diartikan)

Diatas itu adalah sebuah puisi dari Jepang yang berjudul "Tomino" atau bahasa lainya Neraka Tomino yang telah di-artikan kedalam Bahasa Indonesia. ini adalah salah satu Urban Legend yang terkenal, konon siapaun yang membaca Puisi itu maka ia akan mendapatkan bencana, kalian yang membacanya akan merasa sakit/tersiksa bahkan dapat melukai diri sendiri. Dan yang paling terburuk adalah berujung dengan kematian.
Ada seorang saksi dari penyiar radio Jepang berkata : "Aku pernah membacakan puisi Tomino di sebuah program untuk radio online dalam edisi Radio Urban Legends, pada awalnya semuanya normal dan baik-baik saja, namun secara tiba-tiba saja tubuhku menjadi sulit untuk di gerakan, aku hanya bisa membaca setengah dari puisi itu dan kemudian aku menghentikanya. Dua hari kemudian tiba-tiba saja aku mengalami sebuah kecelakaan mobil dan aku mengalami cedera, aku mendapat tujuh jahitan di tubuhku. Aku tidak ingin berpikir bahwa ini adalah karena akibat membaca puisi itu. Tetapi ini sungguh di luar dugaanku.'' (kutip: http://*ghost-story*.mywapblog.com)

Saya tidak akan menjamin apa yang akan terjadi pada kalian kelak,,, semoga selamat



‘Dengarlah’



[intro] G C Em D 2x

[*]
G                               C
Dengarlah aku kau pujaan hati
Em                            D
Hanya dirimu yang aku impikan
G                               C
Berjuta rasa yang ada dihati
Em                            D
Semua tertuju hanyalah padamu

[intro] G C Em D

[**]
G                               C
Sudah terlalu lama aku menanti
Em                            D
Indahnya cinta yang datang darimu
G                               C
Sudah terlalu lama aku disini
Em                            D
Nyanyikan lagu cinta ini untukmu

[***]
Am
Disini
G
Diriku
Am                  C
Menantikan cintamu….

[reff]
G                               C
Berikanlah aku, kasih dan sayangmu
Em                            D
Yang tulus hanyalah untukku
G                               C
Izinkanlah aku, ada disampingmu
Em                            D
Dantakan pernah untuk, kulepaskan,
kamu

[Melody Intro] G C Em D

[**]
G                               C
Sudah terlalu lama aku menanti
Em                            D
Indahnya cinta yang datang darimu
G                               C
Sudah terlalu lama aku disini
Em                            D
Nyanyikan lagu cinta ini untukmu

[***]
Am
Disini
G
Diriku
Am                  C
Menantikan cintamu….

[reff]
G                               C
Berikanlah aku, kasih dan sayangmu
Em                            D
Yang tulus hanyalah untukku
G                               C
Izinkanlah aku, ada disampingmu
Em                            D
Dantakan pernah untuk, kulepaskan,
[2x]
kamu

[outro] G C Em D

‘Kembalilah’



[intro] G Em Am D  2x

[*]
G                               Em
Kamu yang saat ini sendiri
Am                            D
Bukakan pintu hatimu untukku
G                               Em
Berikan rasa yang dulu telah hilang
Am                            D
Cerita diantara kita

[intro] G Em Am D

[**]
G                               Em
Kekasih dengarkanlah diriku
Am                            D
Cintaku hanyalah padamu
G                               Em
Kumohon agar engkau kembali
Am                            D
Seperti dulu saat itu
D

[reff]
G                               Em
Kini kembalilah padaku
                                   Am
Dan jangan pernah pergi
                                  D
Aku disini selalu menanti
G                               Em
Kini kembalilah padaku
                                   Am
Dan aku kan berjanji
                                                D
Takan ku tinggalkan kau sendiri
lagi

[Melody intro] G Em Am D

[**]
G                               Em
Kekasih dengarkanlah diriku
Am                            D
Cintaku hanyalah padamu
G                               Em
Kumohon agar engkau kembali
Am                            D
Seperti dulu saat itu
D

[reff]
G                               Em
Kini kembalilah padaku
                                   Am
Dan jangan pernah pergi
                                  D
Aku disini selalu menanti
G                               Em
Kini kembalilah padaku
                                   Am
Dan aku kan berjanji
                                                D
Takan ku tinggalkan kau sendiri
[2x]
Lagi

[outro] G Em Am D


‘Pengganti Dirinya’



[intro] Em C G D 2x

[*]
Em                            C
Kurasa besar rasa kasih
G                               D
Ketika kau bisikan cinta
Em                            C
Bergetar dalam lubuk hati
G                               D
Mengalir bersama darahku…

[“]
Am                  G
Teringat saat itu
Am                  C D
Kau ada disisiku…
Am                  G
Temani dalam pilu
Am                  C D
Saat luka dihatiku…

[reff]
G               D                     Em
Kau buat aku mencintaimu
             Am          C
Untuk gantikan dirinya
G               D                     Em
Kau buat aku melupakannya
                 Am      C
Tuk jadi bagian hidupmu

[intro] Em C G D

[*]
Em                            C
Kurasa berat dalam jiwa
G                               D
Ketika lupakan dirinya
Em                            C
Namun kau luluhkan hatiku
G                               D
Dan redam rasa itu…

[“]
Am                  G
Kuingin engkau tahu
Am                  C D
Kau berarti untukku…
Am                  G
Selalu ada untukku
Am                  C D
Untuk lupakan dirinya…

[reff]
G               D                     Em
Kau buat aku mencintaimu
             Am          C
Untuk gantikan dirinya
G               D                     Em
Kau buat aku melupakannya
                 Am      C
Tuk jadi bagian hidupmu

[reff’’]
G
Bersamamu aku mau
D
Habiskan sisa waktuku
Em
Dan karenamu aku hidup
                            C
Dari hembusan nafas cintamu

[melody intro]  G D Em C

Back to
[“]
[reff] [2x]
[reff’’] [2x]

[outro] G D Em C

‘Aku masih disini’



[intro] D A Bm A D 2x

[*]
A                              
Berlari…
Bm              A         D
Manggapai semua mimpi
A                              
Berharap…
Bm      A     D
Semua kan kembali
G            D           A             Bm
Tentang semua cinta yang kurasakan
G                 D                A
Yang telah hilang dari pelukan

[intro] D A Bm A D 2x

[reff]
D                 A
Aku masih disini
Bm                   A
Berharap kau kembali
G                           D
Membawa semua cinta
Em                          A
Yang dulu engkau beri
D                             A
Janganlah engkau pergi
Bm                     A
Tinggalkan ku sendiri
G           D         Em      
Semua, semua, semua,
A
Harus kembali

[intro] D A Bm A D 2x

[**]
A                              
Dan bila…
Bm       A       D
Semua telah kembali
A                              
Kau takkan…
Bm      A        D
Aku lepaskan lagi
G            D           A             Bm
Tentang semua kasih yang aku beri
G                 D                A
Selamanya kau akan ku miliki

[melody intro] D A Bm A D 2x

Back to
[reff]
[reff’’]
D                 A
Watashi wa mada koko
Bm                   A
Ni iru subete no a’iwa
G                           D
Ichido wo ateru
Em                          A
Kibou’o motorasu
D                             A
Shina’I de iku
Bm                     A
Hotto’I te kure
G           D         Em      
Subete, aini, kaesu
A
Hitsuyo ga ari

[outtor] D A Bm A D